AYAM JANTAN DAN BURUNG MURAI

            Seekor ayam Jantan sedang mencari makan di bawah sangkar burung Murai. Sesekali ia berbunyi untuk menarik perhatian ayam betina. Belum berhenti berbunyi, dari atas terdengar seekor burung Murai menirukannya dengan nada mengejek.

“Kuk..kuk..kuk.., suara apa ini, terdengar buruk sekali. Mana ada yang tertarik dengan suara sejelek ini”, sindir burung Murai sambil memamerkan kicauan indahnya.

Ayam jantan hanya diam dan tidak menghiraukan perkataan burung Murai.

Keesokan harinya, seperti biasa ayam jantan mencari makan di bawah sangkar burung Murai. Kali ini, ayam jantan tidak buru-buru mematuk ulat karena ia melihat sangkar burung di atasnya bergoyang-goyang.

“Dasar jangkrik jelek! Awas saja kau, akan kutangkap dan kulahap tanpa sisa”, geram Burung Murai.

Burung Murai terus mengejar jangkrik. Ia semakin kesal dan merasa dipermainkan.

“Kali ini aku pasti bisa menangkapmu”, seru burung Murai sambil terbang dan sesekali melompat.

Saat ada celah, jangkrik berhasil melompat keluar dari sangkar. Burung Murai semakin murka melihat jangkrik yang berhasil kabur. Saat ia akan mematuk jangkrik lain di wadahnya, ia terkaget karena wadah persediaan makanannya telah kosong.

“Ini semua gara-gara satu jangkrik jelek tadi. Habislah sudah makananku”, sesal burung Murai.

Ia baru menyadari bahwa saat terbang dan melompat, tidak sengaja ia telah menabrak wadah jangkrik hingga oleng. Wal hasil, semua jangkrik melompat keluar dari sangkar. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, burung Murai benar-benar sedang apes.

Lain hal nya dengan ayam Jantan yang sedang berpesta di bawah sangkar. Ayam Jantan mematuk jangkrik-jangkrik yang berjatuhan. Melihat burung Murai yang lapar dan murung, ayam Jantan mencari cara untuk berbagi jangkrik. Ayam Jantan melompat menaiki tangga yang berada di samping sangkar. Ia melempar jangkrik dari paruhnya ke arah sangkar. Dengan sigap burung Murai mencengkeram dan melahapnya.

“Terimakasih atas kebaikanmu ayam Jantan. Maafkan aku karena berlaku jahat padamu”, sesal burung Murai.

“Tidak masalah burung Murai, saya menghargai kelebihanmu bisa menirukan suaraku”, ucap ayam Jantan.

“Saya berjanji tidak akan bersikap sombong dan menirukanmu”, janji burung Murai pada ayam Jantan.

Sejak saat itu, mereka menjadi sahabat yang menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Komentar