Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

PERADABAN BARU DIMULAI

Di salah satu ujung dunia, seorang anak kecil hidup dalam sebuah gua dengan seekor harimau raksasa bernama Moksa. Sepuluh tahun lamanya Ia berlatih bela diri di bawah bimbingan Moksa. Memasuki usia remaja, anak manusia yang menamai dirinya sebagai Qie Ran mulai berburu hingga keluar dari kawasan sang harimau. Tiada hari tanpa berlatih dan berburu. Ia juga bersemedi untuk mengolah hati dan pikiran. Hal terpenting bagi seorang pendekar adalah mampu menguasai dan mengendalikan diri. Untuk mencapai titik pengendalian, seorang pendekar harus melewati sebuah tirakat tanpa makan, minum, bicara, melihat, maupun mendengar segala hal yang berkaitan dengan dunia di luar dirinya. Suatu hari ketika Qie Ran sedang berlatih, Moksa menghentikannya. Sang harimau memintanya untuk masuk ke dalam gua. Ada sesuatu yang Moksa keluarkan dari sebuah peti yang ada di dalam gua. Saat peti dibuka, sebuah cahaya keluar menerangi ruangan. Moksa mengambil sebuah benda dari dalam peti. Sebuah pedang Naga bersinar ...

MUSNAH

Sebuah tragedi besar telah terjadi. Pertempuran antar suku tak dapat dihindari. Banyak pendekar gugur, bahkan pendekar terkuat sekalipun memilih untuk mengakhiri hidupnya setelah meluluhlantahkan semua tanpa sisa. Ia terbaring dengan binar mata penuh penyesalan, namun itulah pilihan. Di setiap pilihan terdapat konsekuensi yang mengiringi. Usai pertempuran, aroma anyir memenuhi ruang semesta. Permukaan bak lautan darah. Hening, tak ada lagi tanda-tanda kehidupan, hanya puluhan juta jasad yang terbaring berserakan. Udara masih tetap berhembus membawa kabar duka dunia yang entah siapa yang akan menerimanya. Langit sendu menjadi saksi pertempuran pilu. Detik demi detik berlalu, jam berganti hari, jasad semakin membusuk mengundang para predator. Setelah satu bulan berlalu, kawanan predator agaknya mulai enggan dan meninggalkan jasad bergelimpangan. Tinggallah hewan kecil lunak menyerbu jasad yang hampir tinggal tulang belulang. Tulang-tulang berserakan. Tidak lagi dikenal identitas pe...