PERADABAN BARU DIMULAI
Di salah satu ujung dunia, seorang anak kecil
hidup dalam sebuah gua dengan seekor harimau raksasa bernama Moksa. Sepuluh
tahun lamanya Ia berlatih bela diri di bawah bimbingan Moksa. Memasuki usia
remaja, anak manusia yang menamai dirinya sebagai Qie Ran mulai berburu hingga keluar dari kawasan sang harimau.
Tiada hari tanpa berlatih dan berburu. Ia juga bersemedi untuk mengolah hati
dan pikiran. Hal terpenting bagi seorang pendekar adalah mampu menguasai dan
mengendalikan diri. Untuk mencapai titik pengendalian, seorang pendekar harus melewati
sebuah tirakat tanpa makan, minum, bicara, melihat, maupun mendengar segala hal
yang berkaitan dengan dunia di luar dirinya.
Suatu hari ketika Qie Ran sedang berlatih, Moksa
menghentikannya. Sang harimau memintanya untuk masuk ke dalam
gua. Ada sesuatu yang Moksa keluarkan dari sebuah peti yang ada di dalam gua. Saat peti dibuka, sebuah cahaya keluar menerangi ruangan. Moksa
mengambil sebuah benda dari dalam peti. Sebuah pedang Naga bersinar
membuat mata tak kuasa melihat arah cahaya.
“Maauum,,,ambillah
anakku. Pedang ini bukan milikku, jika kamu mampu menguasainya maka ia akan
bermanfaat untuk kehidupanmu kelak”, Moksa mengulurkan pedang Naga ke tangan
Qie Ran.
Qie Ran harus beradaptasi dengan pedang Naga. Ia berkelana meninggalkan gua atas perintah Moksa. Sebelum melepas Qie Ran, Moksa memberikan bekal berharga miliknya, yaitu Taring Shakra. Senjata terhebat tak tertandingi yang hanya dimiliki oleh Moksa. Dua senjata cukup sebagai bekal berkelana ke ujung dunia. Meski demikian, Qie Ran tidak pernah tahu alasan Moksa menyuruhnya meninggalkan gua. Ia hanya bisa menurut dan patuh atas perintah Moksa.
***
Komentar
Posting Komentar