JEJAK KUNO BAMBU, PESONA ABADI MAWAR
Serumpun pohon bambu hidup berdampingan
dengan bunga mawar. Setiap hari mereka saling sapa hingga si bambu tumbuh besar
& bunga mawar mulai merekah. Melihat mawar yang mempunyai bunga cantik
harum semerbak, batang bambu mulai berdecit memberi pujian.
Tiba suatu hari ada dua anak manusia yang
menghampiri kedua pohon tersebut. Dua anak memuji keindahan dan harumnya sang
mawar. Keduanya sama sekali tidak melirik pohon bambu yang berada di sebelah
mawar. Saat salah satu anak berusaha memetik bunga mawar, tangannya tertusuk
oleh duri. lantas ia berteriak, menangis, & berlari pulang diikuti oleh
temannya.
Semenjak kedatangan anak manusia, pohon
bambu kini tidak lagi berdecit memuji keindahan mawar. Tidak seperti biasanya,
keduanya juga jarang bertutur sapa. Hingga suatu hari manusia dewasa datang
membawa parang. Ia memotong satu bambu untuk dijadikan kerajinan. Meski di
sebelah segerombolan pohon bambu ada bunga mawar yang merah merona harum
semerbak, namun manusia dewasa itu sama sekali tidak menghampirinya. Usai
memotong bambu, manusia dewasa pergi begitu saja.
Komentar
Posting Komentar