IKAN CUPANG DAN KURA-KURA
Part 2
“kamu tahu ngga cupang, hidup di luar
setiap detiknya adalah tantangan. Banyak predator di luar sana. Setiap hari kita
harus waspada. Ketika lapar, kita harus mencari makan sendiri. Kala panas,
harus mencari tempat berteduh. Saat hujan, harus siap siaga melawan badai jika
tiba-tiba datang. Aku memang berada di alam bebas, tapi hidupku tak sebebas
alamku”, jelas kura-kura.
Cupang mulai berpikir dan merenungkan
perkataan kura-kura. Sesekali ia amati ekspresi wajah kura-kura yang Nampak
lebih serius dari sebelumnya.
“Justru akulah yang sebenarnya iri padamu
cupang. Kamu berada dalam perlindungan tuanmu. Setiap hari mendapat makan dan
perhatian. Kamu tidak pernah merasakan bagaimana harus berjuang untuk bertahan
hidup”, lanjut kura-kura.
Mendengar pengakuan itu, cupang mulai
sadar. Tak sepantasnya ia mengeluhkan hidupnya dan iri pada kura-kura.
“maafkan aku kura-kura, aku tak bermaksud
membuatmu sedih”, ucap cupang penuh dengan ketulusan.
Kura-kura mengangguk sembari menatap
cupang.
“terimakasih, kamu temanku yang baik. Kini aku tersadar, ternyata kita hidup dengan keadaan masing-masing. Bahagianya kita bukan dari keadaan tapi bagaimana cara kita menyambut keadaan itu. Mulai saat ini, aku akan lebih bersyukur dengan keadaan yang sudah menjadi garis takdirku. Aku si cupang kecil, belum tentu kuat hidup di alam bebas. Pun sebaliknya, kamu kura-kura besar, mana mungkin bisa masuk ke kolamku ini. Hahaha….”, canda cupang.
Keduanya pun tertawa lepas. Mereka mulai sadar dengan kondisi masing-masing. Satu kesadaran muncul bahwa setiap makhluk ada tempatnya dan setiap tempat ada makhluknya.
Komentar
Posting Komentar