IKAN CUPANG DAN KURA-KURA
Semburat sinar mentari menyelinap hingga
ke dasar kolam. Seekor ikan cupang merasakan kehangatan pagi itu. Berbeda
dengan hari-hari sebelumnya, kali ini ada kegelisahan pada diri cupang.
Sentuhan sinar mentari tak lagi menarik baginya. Ia terdiam, entah apa yang
mengganggu pikirannya.
“rupanya cupang cantik sedang sibuk
berkelana di alam pikiran yaa”, ledek kura-kura.
Mendengar perkataan temannya si
kura-kura, cupang pun mulai bersuara.
“kamu enak sekali ya kura-kura, bisa
berkelana kemanapun. Mengarungi luasnya samudera, tentu sangat menyenangkan”.
“tumben kamu bilang begitu cupang. Adakah
hal yang mengganggumu?”, tanya kura-kura penuh keheranan.
“Kita sudah berteman cukup lama
kura-kura. Kamu sering sekali menceritakan pengalamanmu menjelajah samudra. Aku
iri padamu. Kamu bebas melakukan apapun di luar sana. Sementara aku hanya
berada di kolam kecil ini, bahkan mungkin seumur hidupku akan tetap di sini”,
kata cupang dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar perkataan cupang, kura-kura
mulai paham apa yang dirasakan teman baiknya itu.
“cupang cantik sahabatku, kamu tahu ngga
kalau hidup di luar itu tidak semudah dan seenak yang dibayangkan. Aku memang
selama ini hanya menceritakan pengalaman yang paling seru, tapi bukan berarti
aku selalu senang”, ucap kura-kura menenangkan cupang.
“tapi selama ini kamu tidak pernah
menceritakan hal yang membosankan padaku”, tanggap cupang.
Komentar
Posting Komentar