JEJAK KUNO BAMBU, PESONA ABADI MAWAR
Part 2
Kali ini pohon bambu yang tersisa mulai
mencairkan kecanggungan dengan mawar.
"Mawar, apakah kamu marah
padaku?", sapa bambu
"Sama sekali tidak. Apakah kamu
marah padaku bambu?", ucap mawar balik bertanya
"Aku tidak marah, lebih tepatnya
sempat ada rasa cemburu saat anak manusia datang hanya mendekatimu", jawab
bambu
"Oh begitu. Iya, aku sebenarnya
merasakan hal itu karena kamu tidak lagi berdecit merdu memujiku", ungkap
mawar.
"Maafkan aku mawar. Aku tersadar
saat manusia dewasa datang untuk memotong salah satu batangku, ternyata
meskipun di sampingku ada bunga mawar yang cantik & harum semerbak, manusia
dewasa itu tak menghampirimu sama sekali", jelas bambu.
"Ia, aku tahu. Manusia datang sesuai
dengan tujuan mereka masing-masing. Anak manusia hanya ingin bermain-main
sehingga lebih tertarik padaku meskipun tubuhku penuh dengan duri yang bisa
menyakiti tangan mereka jika memetikku. Sementara manusia dewasa datang
membutuhkanmu sehingga tidak tertarik padaku", kata mawar menjelaskan.
Keterbukaan pemahaman keduanya benar-benar mencairkan suasana. Kini mereka menjalani hari-hari dengan berdampingan tanpa ada kecemburuan satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar