Wanita dan Bunga Impian
Part 2
Di sepertiga malam, dengan kucuran air
mata dan tangan menengadah, Surayya terus memohon maaf atas segala salah dan
lalai, memohon ampun atas segala dosa yang pernah diperbuat, dan ia juga
meminta agar Allah berkenan mengganti tanaman berduri dengan tanaman yang penuh
dengan bunga. Usai berdoa, dzikir selalu dirapalkan hingga ia ketiduran.
“astaghfirullahal’adziim”, ucapnya
terbangun. Ia langsung mengambil wudlu dan melaksanakan salat fardlu.
Seperti biasa di pagi hari Surayya
bersemangat membersihkan rumah dan area sekitarnya. Kali ini ia sungguh berniat
untuk mencabut tanaman berduri menggunakan kayu yang dimiliki. Saat ia bersiap
membawa kayu ke halaman rumah, betapa kagetnya ia. Di depan rumahnya yang
terlihat gersang dan tandus, terlihat sebuah tanaman indah penuh dengan bunga.
Tak tanggung-tanggung lagi, semerbak harum bunga tersebut mengundang kupu-kupu
cantik elok warnanya.
Bunga merekah seakan tersenyum menyambut paginya Surayya. Buliran air mengalir begitu saja, kebahagiaan tiada tara. Seketika Surayya sujud syukur atas keajaiban di depan matanya. Bagaimana tidak, tanaman yang tadinya penuh dengan duri kini seakan disulap menjadi tanaman penuh dengan bunga yang cantik. Dihampirinya tanaman tersebut. Dipandanginya setiap bunga yang ada. Begitu cantik mempesona. Sekali lagi, buliran air mengalir dari sudut matanya. Kali ini Surayya merasa malu pada Dzat Yang Maha Indah. Ia malu karena sempat berburuk sangka padaNya. Surayya pun beristighfar memohon ampunanNya.
Komentar
Posting Komentar