JEJAK KUNO BAMBU, PESONA ABADI MAWAR Part 2 Kali ini pohon bambu yang tersisa mulai mencairkan kecanggungan dengan mawar. "Mawar, apakah kamu marah padaku?", sapa bambu "Sama sekali tidak. Apakah kamu marah padaku bambu?", ucap mawar balik bertanya "Aku tidak marah, lebih tepatnya sempat ada rasa cemburu saat anak manusia datang hanya mendekatimu", jawab bambu "Oh begitu. Iya, aku sebenarnya merasakan hal itu karena kamu tidak lagi berdecit merdu memujiku", ungkap mawar. "Maafkan aku mawar. Aku tersadar saat manusia dewasa datang untuk memotong salah satu batangku, ternyata meskipun di sampingku ada bunga mawar yang cantik & harum semerbak, manusia dewasa itu tak menghampirimu sama sekali", jelas bambu. "Ia, aku tahu. Manusia datang sesuai dengan tujuan mereka masing-masing. Anak manusia hanya ingin bermain-main sehingga lebih tertarik padaku meskipun tubuhku penuh dengan duri yang bisa menyakiti tangan mereka jika memetikku. ...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
JEJAK KUNO BAMBU, PESONA ABADI MAWAR Serumpun pohon bambu hidup berdampingan dengan bunga mawar. Setiap hari mereka saling sapa hingga si bambu tumbuh besar & bunga mawar mulai merekah. Melihat mawar yang mempunyai bunga cantik harum semerbak, batang bambu mulai berdecit memberi pujian. Tiba suatu hari ada dua anak manusia yang menghampiri kedua pohon tersebut. Dua anak memuji keindahan dan harumnya sang mawar. Keduanya sama sekali tidak melirik pohon bambu yang berada di sebelah mawar. Saat salah satu anak berusaha memetik bunga mawar, tangannya tertusuk oleh duri. lantas ia berteriak, menangis, & berlari pulang diikuti oleh temannya. Semenjak kedatangan anak manusia, pohon bambu kini tidak lagi berdecit memuji keindahan mawar. Tidak seperti biasanya, keduanya juga jarang bertutur sapa. Hingga suatu hari manusia dewasa datang membawa parang. Ia memotong satu bambu untuk dijadikan kerajinan. Meski di sebelah segerombolan pohon bambu ada bunga mawar yang merah merona h...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IKAN CUPANG DAN KURA-KURA Part 2 “kamu tahu ngga cupang, hidup di luar setiap detiknya adalah tantangan. Banyak predator di luar sana. Setiap hari kita harus waspada. Ketika lapar, kita harus mencari makan sendiri. Kala panas, harus mencari tempat berteduh. Saat hujan, harus siap siaga melawan badai jika tiba-tiba datang. Aku memang berada di alam bebas, tapi hidupku tak sebebas alamku”, jelas kura-kura. Cupang mulai berpikir dan merenungkan perkataan kura-kura. Sesekali ia amati ekspresi wajah kura-kura yang Nampak lebih serius dari sebelumnya. “Justru akulah yang sebenarnya iri padamu cupang. Kamu berada dalam perlindungan tuanmu. Setiap hari mendapat makan dan perhatian. Kamu tidak pernah merasakan bagaimana harus berjuang untuk bertahan hidup”, lanjut kura-kura. Mendengar pengakuan itu, cupang mulai sadar. Tak sepantasnya ia mengeluhkan hidupnya dan iri pada kura-kura. “maafkan aku kura-kura, aku tak bermaksud membuatmu sedih”, ucap cupang penuh dengan ketulusan. Kura-k...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IKAN CUPANG DAN KURA-KURA Semburat sinar mentari menyelinap hingga ke dasar kolam. Seekor ikan cupang merasakan kehangatan pagi itu. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali ini ada kegelisahan pada diri cupang. Sentuhan sinar mentari tak lagi menarik baginya. Ia terdiam, entah apa yang mengganggu pikirannya. “rupanya cupang cantik sedang sibuk berkelana di alam pikiran yaa”, ledek kura-kura. Mendengar perkataan temannya si kura-kura, cupang pun mulai bersuara. “kamu enak sekali ya kura-kura, bisa berkelana kemanapun. Mengarungi luasnya samudera, tentu sangat menyenangkan”. “tumben kamu bilang begitu cupang. Adakah hal yang mengganggumu?”, tanya kura-kura penuh keheranan. “Kita sudah berteman cukup lama kura-kura. Kamu sering sekali menceritakan pengalamanmu menjelajah samudra. Aku iri padamu. Kamu bebas melakukan apapun di luar sana. Sementara aku hanya berada di kolam kecil ini, bahkan mungkin seumur hidupku akan tetap di sini”, kata cupang dengan mata ber...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Siput Sang Juara Part 2 Panitia lomba bersiap untuk memberi aba-aba. Papan angka telah dikibarkan dari atas tebing, mulai dari angka tiga, dua, hingga satu dan mulai. Dengan penuh semangat dan sekuat tenaga siput mulai memanjat, sementara hewan lain masih di tempat. Mereka mulai kepanasan dan bertanya-tanya kapan lomba akan dimulai. Ternyata mereka tidak dapat melihat papan angka dengan jelas tersebab sinar matahari yang menyilaukan. Melihat hanya siput yang memanjat, para panitia pun mencari tahu sebab atlet lain tidak mulai memanjat. Menyadari akar penyebabnya, salah satu panitia mengambil peluit dan menyembunyikannya. Usai peluit dibunyikan, para atlet menunjukkan ketangkasan memanjat. Gemuruh suara penonton bersorak ria. “Ayooo, kejar siiput kerdil itu!”. Dalam hitungan detik, siput telah disalip oleh peserta lomba yang lain. “lihatlah itu, si kerdil telah disalip. Sekarang ia berada di urutan terbawah”. “Sudahlah siput, turun saja. Tak perlu kau permalukan dirim. Tidur santai saja...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Siput Sang Juara Part 1 Seekor siput berjalan di trotoar. Sambil berjalan santai, ia melihat ada sebuah baliho tertulis “Lomba Panjat Tebing”. Karena penasaran, ia mulai mendekat ke arah baliho tersebut. Dibacanya semua persyaratan dan ketentuan keikutsertaan lomba. Di situ tertera jelas bahwa lomba dapat diikuti oleh siapa saja yang mendaftar. Dengan penuh semangat, siput pun ikut mendaftar. Tibalah pada hari perlombaan, siput sudah bersiap diri. Ia gunakan kacamata anti silau agar dapat memanjat dengan cepat tanpa terganggu oleh sinar matahari. Semua peserta telah memposisikan diri di tempat lomba. Peserta yang ikut di antaranya beruang, kanguru, kadal, tupai, kucing, trenggiling, dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka adalah hewan pemanjat kelas kakap. Riuh suara penonton menyemangati peserta lomba. “Beruang pasti menang!”. “Kanguru majuuu!”. “ayo tupai, tunjukkan kelincahanmuu!”. Salah satu penonton berkata: “yang benar saja, bukankah itu siput kerdil. Kenapa dia ikut ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wanita dan Bunga Impian Part 2 Di sepertiga malam, dengan kucuran air mata dan tangan menengadah, Surayya terus memohon maaf atas segala salah dan lalai, memohon ampun atas segala dosa yang pernah diperbuat, dan ia juga meminta agar Allah berkenan mengganti tanaman berduri dengan tanaman yang penuh dengan bunga. Usai berdoa, dzikir selalu dirapalkan hingga ia ketiduran. “ astaghfirullahal’adziim ”, ucapnya terbangun. Ia langsung mengambil wudlu dan melaksanakan salat fardlu. Seperti biasa di pagi hari Surayya bersemangat membersihkan rumah dan area sekitarnya. Kali ini ia sungguh berniat untuk mencabut tanaman berduri menggunakan kayu yang dimiliki. Saat ia bersiap membawa kayu ke halaman rumah, betapa kagetnya ia. Di depan rumahnya yang terlihat gersang dan tandus, terlihat sebuah tanaman indah penuh dengan bunga. Tak tanggung-tanggung lagi, semerbak harum bunga tersebut mengundang kupu-kupu cantik elok warnanya. Bunga merekah seakan tersenyum menyambut paginya Surayya. Buliran ...